Rabu, 09 November 2016

Aku Akan Menjadi Mahasiswa Hebat (Amin)

 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ada lomba nih, saya coba-coba nulis. Siapa tau dah tulisannya ngena. Ngena ke hati mu? Bukan loh, maksudnya ngena ke pembaca nya. Sebenarnya saya orang yang suka menulis,tapi malas menulis. Itu gimana? Gak tau deh, ada yang bisa mentela-ah pernyataan tadi?.
Banyak waktu luang memang, tapi entah mengapa hasrat hati ingin menulis itu ibarat udah gak sayang lagi sama pacar sendiri, bawaan nya malas aja, padahal ada kenikmatan di situ. Apa sih?
Tapi saya merasakan efek dari tidak merealisasikan pikiran saya ke tulisan.Susahnya kalau di suruh menulis dengan tema yang di tentukan. Jujur kalau saya mikir berat buat tulisan ini. Walau menulis sekarang beda dengan zaman kita dahulu yang penuh tekanan dan ancaman. 

Itulah efek dari kemalasan? Ambil hikmahnya jon.
Dengan pembahasan sesuai judul, saya mencoba menuangkan susu indomilk coklat ke gelas? Maksudnya menuangkan isi otak? yang mampu saya tuangkan.

---

Susah memang jika membahas  persoalan diri sendiri. Secara saya juga mahasiswa baru. Dengan otak yang berkarat, saya coba menuangkan susu indomilk coklat lagi? Ah skip deh.

Mahasiswa Hebat? Prestasi? Nilai IPK? Eksis? Populer? Apalah itu. Memang jika kita melihat dari leptop si unyil mahasiswa yang sukses adalah mahasiswa yang menang dalam segalahal, rajin, pintar, rajin menabung, bermuka 2 untuk ngambil hati dosen,Ciieee.
Tabu memang membahas bermuka 2 ,tapi itulah kenyataan. Musuh?, bukan, lebih tepatnya saingan bagi si muka 1 haha. Kamu termasuk yang bermuka berapa? Jujur saya bermuka 1 ½ , bermuka 2 hanya saat di butuhkan saja.
Meobrak abrik pemikiran dosen terhadap kita, kata kejam nya sih ada tapi ya sudah lah.
 Memang Tidak bisa di bantah, hal yang membuat tingkat ke sejahterahan? mahasiswa di ukur dari hal yang sudah saya tulis di atas.

Akan menjadi mahasiswa dambaan itu mimpi semua mahasiswa dimana pun ia berada, gak ada kan mahasiswa di kampus hanya untuk ikut-ikut teman kuliah, walaupun ada tetapi secara lisan pasti dia tidak akan berbicara begitu. Secara harfiah manusia di tuntut untuk sukses, tidak tau bagaimana dia mendapatkan sukses itu. Kuliah? Hanya batu pijakan untuk sukses. Sekali lagi, hanya batu pijakan. Butuh prinsip dan motivasi apa yang akan di kejar ke depan.


Kata pak Soim ,kuliah ini hanya masalah nilai/IPK. Seteah saya tela-ah dan pahami perkataan pak Soim tadi memang benar. Dan saya me-segitiga kan ,maksudnya membulatkan tekad saya untuk mendapatkan nilai IPK yang maksimal. Bermimpi dengan topi toga di atas kepala, maju ke depan dengan nilai yang cakep. Disitu letak mimpi indah para mahasiswa, selain bermimpi dengan artis idola, cee elah.
Ya, dengan IPK tinggi sudah pasti kita di akui dan dipandang sebagai orang yang Wah, tidak bisa di pungkiri. Ketika teman, orang tua dan tempat kita melamar kerja nantinya melihat ijaza dan nilai ,dan bisa di tebak selanjutnya.

Berangkat dari nilai IPK yang membuat nantinya akan menjadi mahasiswa yang, yah begitu lah. Eksis di kampus dan ikut di organisasi juga bisa jadi batu pondasi nya. Katanya dosen dan kakak tingkat di kampus sih begitu. Memang begitu sih haha. Ikut organisasi melatih kemampuan bersosialisasi nantinya selepas dari kampus. Ibarat singa kebun binatang yang sudah kehilangan insting berburunya yang di karantina dulu sebelum di lepas ke alam liar agar dia bisa menyesuaikan diri sebagai predator, bukan mangsa.

Jadi apa dong mahasiswa Hebat?
Oke, terlepas dari semua hal yang di atas, menurut saya Mahasiswa yang hebat belum bisa di ukur pada saat dia masih menginjak kan telapak kaki yang penuh tanah di kampusnya. Menurut saya mahasiswa yang hebat adalah mahasiswa yang bisa mengabsahkan atau boleh di bilang melanjutkan pengalaman suksesnya setelah ia keluar dari kampus. Lihat kenyataan sekarang di Indonesia. Banyak pengangguran yang bertitle sarjana. Dan tidak sedikit pasti dari mereka yang aktif di kampus. Ini realita, bagaimana kalimat Aku akan menjadi Mahasiswa Hebat ,tidak sesimpel yang di pikirkan. Seperti yang saya tulis di atas, kuliah ini hanya sebagai batu pijakan. Tidak lebih.


Untuk itu saya sebagai mahasiswa (baru) menginginkan yang terbaik untuk diri saya sendiri. Berusaha, berjuang agar nantinya saya menjadi mahasiswa yang (katanya) Hebat di lingkungan kampus, dan sukses pada saat saya sudah "tidak'' menjawab pertanyaan ‘kemana?’ dengan jawaban ‘ngampus’ lagi.